Minggu, 29 September 2013

Sosial Engineering Di sekitar Kita


   Apa itu social engineering ..?
            kita mungkin pernah mendengar nya baik melalui di media elektronik maupun di surat kabar, baik lah saya akan menjelaskan tentang social engineering beserta contoh kasus nya
Social engineering adalah teknik memperoleh informasi rahasia dengan menipu pemilik informasi itu yang umumnya dilakukan lewat telepon atau internet. Social engineering sendiri merupakan salah satu metode yang digunakan hacker untuk mendapat informasi korbannya, dengan meminta informasi langsung ke korban atau pihak lain yang tahu.
   Social engineering mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Seperti kita ketahui, tidak ada sistem komputer yang tidak melibatkan interaksi manusia. Parahnya lagi, celah keamanan ini bersifat universal dimana tidak tergantung platform, sistem operasi, protokol, software, ataupun hardware. Artinya, setiap sistem mempunyai kelemahan yang sama pada faktor manusia.
 Berikut ini adalah sebuah contoh percakapan seseorang yang hendak mencuri data credit card dengan mengaku sebagai pegawai agensi travelling. Berikut contoh nya :
            Belakangan ini saya ditelepon oleh seseorang yg mengaku dari Florida, USA. Memang di Caller-ID telepon rumah saya tidak nampak nomornya. Dia mengabarkan bahwa saya menang undian holiday ke USA karena beberapa waktu yg lalu saya mengisi form online di website mereka (padahal saya nggak pernah mengisi apa-apa). Gaya bicaranya meyakinkan sekali dengan logat Amerika yang kental. Singkatnya dia menawarkan paket yg harus saya putuskan saat itu juga atau saya kehilangan kesempatan itu selamanya. Dia kemudian menanyakan apakah saya pilih kamar smoking atau non-smoking, berikutnya dia minta nomor kartu kredit saya. Sampai di sini saya menghentikan pembicaraan dan menyuruhnya untuk menelepon lagi dalam 2 jam. Dia berusaha meyakinkan saya bahwa dia sudah punya semua data2 alamat lengkap saya termasuk 4 digit nomor kartu kredit tsb (dan memang cocok), tetapi saya tetap pada pendirian untuk memutuskan pembicaraan dan memberinya waktu 2 jam untuk menghubungi kembali.
Sementara itu saya langsung surfing di Internet mencari data-data mengenai perusahaan tersebut (saya sengaja tidak menuliskannya di sini karena alasan tertentu). Saya dapatkan bahwa perusahaan itu memang ada, alamat dan nomor teleponnya cocok (cari di www.switchboard.com), bahkan domain name nya sudah di register sejak 1999 (cari di www.allwhois.com) tapi saya masih belum yakin. Satu hal yang sangat mencurigakan: waktu itu memang siang hari di tempat saya tinggal tetapi di Florida masih jam 1 pagi. Orang macam apa yang kerja selarut itu untuk menawarkan jasa???
Dari hasil surfing, saya menemukan bahwa banyak sekali komplain dari pelanggan mengenai praktek ‘solicitation’ semacam ini dan kebanyakan mengeluh bahwa uangnya tidak bisa di-refund alias amblas! Sampai sekarang orang itu tidak pernah menelepon lagi.

Begitu lah cara dari kasus social engineering tersebut untuk menipu si korban sempat percakapan tadi tampak seperti biasa , Jadi berhati-hati itu penting sebelum memakai jasa atau aplikasi transaksi online sebelum kita tahu benar kepastiannya. Mungkin kebanyakan orang karena terburu-buru jadi kurang terliti untuk hal-hal seperti ini dan apalagi yang belum pernah mengalaminya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar